Rabu, 28 Maret 2018


Review Pertemuan Ketiga


Jakarta, 26 Maret 2018


Pertemuan Ketiga

Pada pertemuan ketiga mata kuliah Pancasila, diberikan beberapa materi kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini. Kegiatan tersebut adalah:
  1. Materi Ketuhanan.
  2. Menonton film Bollywood "PK".
  3. Memberi tugas.
Berikut ini adalah kegiatan yang dijalankan pada pertemuan ketiga, yaitu:
  • Pembelajaran di mulai pada pukul 13.20 WIB.
  • Ruang kelas yang digunakan adalah ruang 812.
  • Dosen menayangkan film Bollywood "PK" untuk ditonton oleh mahasiswa sebagai bagian dari materi Ketuhanan.
  • Tayangan film Bollywood "PK" selesai pukul 14.20
  • Selanjutnya adalah materi Ketuhanan, yaitu:
1.   Dosen memberikan kutipan dari seorang tokoh mengenai Ketuhanan, yaitu "Bukan Tuhan yang menciptakan manusia, tetapi manusia yang menciptakan Tuhan"

2.  Dosen memberi penjelasan mengenai kutipan dan memberikan jawaban yang terdapat di dalam film "PK" tersebut.
o  Tuhan adalah ciptaan di luar diri manusia sebagai pertahanan diri dari rasa ketakutan yang dialami setiap manusia. Tuhan dibuat manusia sebagai pegangan, pedoman, dan penyelamat.

o   Di dalam salah satu dialog film "PK" ada satu ucapan yang dapat di tekankan mengenai arti Ketuhanan untuk setiap manusia, yaitu "Aku hanya punya satu hal... Tuhan." Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia meyakini bahwa keberadaan Tuhan adalah nyata.

3.  Dosen bertanya mengenai pelajaran atau nilai yang dapat diambil dari film "PK" dan dijawab oleh Endah dan Sherlin.

4.  Materi Ketuhanan
o   Kenapa Anda beragama? 99% orang akan menjawab karena keturunan.
o   Akhir - akhir ini, Indonesia mengalami banyak polemik yang berhubungan dengan agama. Karena Indonesia mayoritas beragama Islam, beberapa tahun terakhir masyarakat Indonesia yang beragama Islam di Indonesia mulai beranggapan perkembangan agama lain yang ada Indonesia dapat menjadi ancaman begitupun dengan negara lain.
o   Rasa curiga antaragama adalah hal yang tidak dapat dihilangkan dan dapat meruntuhkan sebuah negara. Tetapi masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki rasa toleransi agama yang tinggi.

o   Kita tidak bisa mengklaim agama yang kita yakini adalah agama yang benar dan tidak mencela agama lain. Biarkan agama seseorang menjadi permasalahan antara penganutnya dengan Tuhannya dan kita tidak patut untuk mencela agama apapun itu.

o   Najma bertanya pendapat dosen mengenai politik yang membawa agama. Dosen menjawab: "Salah satu contoh mengenai politik yang paling tersorot dengan membawa agama adalah pilkada DKI Jakarta. Pilkada DKI Jakarta adalah gesekan agama terhebat yang pernah terjadi di Indonesia. Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh hakim yang mengambil peran dalam masalah tersebut, dimana seharusnya hakim menengahi atau bersifat netral dengan tidak memihak pihak manapun tetapi hakim tidak bersikap dengan bijak. Pemerintah juga seharusnya ada pada posisi sebagai penengah, tetapi hal tersebut tidak terjadi. Media sosial mengambil peran tersebar pula karena banyak pengguna media sosial yang mengklaim apabila seseorang tidak sependapat dengan mereka maka dia adalah seorang anti Pancasila."

o   Dalam konteks Indonesia dapat diambil pernyataan: "Biarkan saja setiap warga Indonesia menjalankan agama yang dipilihnya tetapi tidak dengan memanfaatkan agama untuk di campur adukkan dengan permasalahan yang ada di Indonesia apapun alasannya."

  • Dosen memberi tugas untuk menonton film penemuan bumi.
  • Dosen meminta untuk setiap materi sudah selalu ada di blog masing - masing mahasiswa dan diberi judul "Materi". Setiap pertemuan membuat rangkuman mengenai pembelajaran hari tersebut dan diberi judul "Review".
  • Pembelajaran selesai pada pukul 15.05 WIB.


Demikianlah kegiatan yang dilakukan pada pertemuan ketiga dalam mata kuliah Pancasila.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Pertemuan Kesepuluh dan Kesebelas Jakarta, 3 Mei 2018 Pertemuan  Kesepuluh dan Kesebelas Pada pertemuan k esepuluh d...