Minggu, 18 Maret 2018


Review Pertemuan Kedua


Jakarta, 15 Maret 2018


Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua mata kuliah Pancasila, diberikan beberapa materi kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini. Kegiatan tersebut adalah:
  1. Perubahan letak ruang kelas.
  2. Penambahan materi Ketuhanan pada materi Sejarah Pancasila pada pertemuan selanjutnya.
  3. Materi Urgensi Pancasila.
  4. Memberi tugas.
Berikut ini adalah kegiatan yang dijalankan pada pertemuan kedua, yaitu:
  • Pembelajaran di mulai pada pukul 13.30 WIB.
  • Prioritas ruang kelas yang digunakan adalah ruang 814, tetapi apabila ruang kelas digunakan oleh kegiatan perkuliahan yang lain maka alternatifnya menggunakan ruang kelas 914.
  • Dosen memberitahukan kalau materi pada pertemuan selanjutnya, yaitu Sejarah Pancasila akan ditambah dengan materi Ketuhanan.
  • Materi Urgensi Pancasila adalah sebagai berikut:
1.   Dosen memberi pertanyaan mengenai materi, yaitu: 
o    Apa pentingnya Anda mahasiswa mempelajari mata kuliah Pancasila? Bukankah banyak fakta yang menunjukkan mata kuliah ini tidak penting? Salah satu buktinya adalah kita sudah ber - Pancasila sejak puluhan tahun lalu tapi kita masih melihat banyak bentrok dimana - mana. Fakta lain yang paling besar perannya yang membuat Pancasila jauh lebih berharga adalah para penyelenggara negara tapi banyak penyelenggara negara yang tidak bisa dijadikan panutan dalam bernegara yang berlandaskan Pancasila. Bagaimana pendapat Anda?
o    Jika mata kuliah ini tidak diberikan kepada mahasiswa, apa yang dapat timbul untuk masa yang akan datang?
o    Sherlin Kamilia dan Endah Triwahyu Setiani menjawab pertanyaan tersebut.

2.  Dosen memberi penjelasan singkat mengenai perbedaan antara PPKn dan Pancasila, yaitu:
o   PPKn memiliki tujuan akhir mengenai rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa. Diharapkan orang terdidik di masa depan dapat memimpin dengan rasa cinta terhadap negara. Untuk mengenal lebih jauh Indonesia maka diberikan materi atau pembelajaran sosial.
o   Pancasila bermain di ranah pemahaman atau kondisi dalam keyakinan menjadi petunjuk dalam tingkah laku. Jika tidak ada Pancasila maka pemahaman nilai agama menjadi petunjuk dalam tingkah laku.

3.  Dosen berbicara mengenai TKI Indonesia yang dianiaya dan perlakuan negara lain terhadap warga Indonesia.

4.  Materi Urgensi Pancasila
Ø Tuntunan dalam bertingkah laku
o   Berbicara mengenai ayat suci Al – Qur’an yang diimplementasikan dalam norma.
o   Pancasila adalah ideologi yang menuntun bertingkah laku.
o   Berbicara mengenai hubungan antarwarga yang berbeda keyakinan.
o   Pancasila adalah salah satu tuntunan dalam bertingkah laku.
o   Jadi, ada 2 tuntunan dalm bertingkah laku, yaitu agama dan Pancasila.
Ø Sejarah dalam urgensi Pancasila
o   Dalam sejarah, agama lebih dahulu masuk ke Indonesia dibandingkan dengan terbentuknya Pancasila.
o   Agama jadi pedoman utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
o   Indonesia bukan negara agama. Karena aturan dalam kehidupan bernegara tidak seluruhnya berasal dari agama apapun, tapi negara yang menjadikan agama dasar utama dalam kehidupan.
o   Pancasila sebagai pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
o   Apabila mengupas sila – sila dalam Pancasila dapat menimbulkan dampak positif dan negatif tergantung kepribadian masing – masing individu dan itulah pembeda antara Pancasila dan ideologi lain.
Ø Implementasi pada saat ini
o   Kondisi sekarang seakan Pancasila mulai menghilang. Tidak adanya pendidikan khusus untuk calon anggota politik atau legislatif dan hanya mengandalkan uang.
o   Ke depan, pasti ada masa pemimpin yang sesungguhnya akan memimpin dengan berpegangan pada Pancasila dan agama.
o   Endah Triwahyu Setiani bertanya mengenai perjalanan Pancasila beberapa tahun belakang ini. Dosen menjawab bahwa dokrin pada masa pemerintahan Presiden Soeharto sangat kuat dan sakral (hanya pemerintah yang punya hak terhadap Pancasila). Pancasila adalah kata yang sangat bahaya saat diucapkan Presiden Soeharto. Pada tahun 1998 – 2002 Pancasila mulai hilang di daftar mata pelajaran Indonesia, tapi tahun 2012 mata pelajaran Pancasila mulai beredar kembali.
o   Najma bertanya mengenai apakah feminisme bertentangan dengan Pancasila atau tidak. Dosen menjawab Pancasila tidak pernah memihak gender manapun, tapi feminisme lebih condong ke arah agama. Walaupun Pancasila berpedoman pada agama, tapi tidak semua ajaran agama tertuang dalam Pancasila.
  • Dosen memberi tugas untuk men – download  atau menonton film Bollywood yang berjudul PK (2014) yang berisi mengenai keberadaan Tuhan. Film tersebut dijadikan sebagai salah satu materi untuk pertemuan selanjutnya yang akan membahas Sejarah Pancasila dan Ketuhanan.


Demikianlah kegiatan yang dilakukan pada pertemuan kedua dalam mata kuliah Pancasila.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review Pertemuan Kesepuluh dan Kesebelas Jakarta, 3 Mei 2018 Pertemuan  Kesepuluh dan Kesebelas Pada pertemuan k esepuluh d...